Deskripsi



Ahmad Syarifuddin adalah namaku, dalam keseharian aku biasa dipanggil Arik. Aku anak ketiga dari pasangan Abd.KadirJailanidanWidayati. Ayahku adalah seorang tenaga medis (perawat) dan ditugaskan untuk menjadi Kepala Puskesmas Tamberu Barat di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Mamaku juga adalah seorang tenaga medis (bidan) di Polindes Rabiyan wilayah kerja Puskesmas Bunten Barat. Aku lahir pada tanggal 5 Agustus 1998 pukul 21.30 wib di Rumah Bersalin dr. Bahrawi Sampang dengan berat 2,8 kg dan panjang 48cm. Aku mempunyai 2 kakak dan 2 adik, kakakku pertama adalah seorang cewek yang bernama Robiatul Adawiyah, dan 4 saudaraku adalah cowok semua yaitu Moh. Faisal A.Y., Rahmad Hidayatulloh, dan Ahmad Alfarisi.
            Di usiaku yang menginjak 3 tahun, aku dan keluarga pindah rumah baru di daerah Sembung tetapi tetap satu kecamatan yaitu Kecamatan Ketapang. Mama menceritakan kepadaku, saat pindahan rumah aku berloncat-loncat dan sangat bahagia karena rumah barunya lebih besar daripada rumah sebelumnya sehingga aku lebih leluasa untuk bermain-main. Beberapa bulan kemudian aku punya adik pertama, anak keempat dari orang tua sehingga aku dan kakakku Isal berebutan untuk mencium dan memangku adikku, pada akhirnya kita bertengkar dan dimarahi oleh mama karena berebutan adik.
            Masa kecilku aku lalui dengan sangat bahagia. Pada usiaku yang ke 5 tahun, aku mulai bersekolah di SD (Sekolah Dasar) Rabiyan II. Aku masuk sekolah bebarengan dengan kakaku Isal karena kita seperti anak kembar hanya selisih 2 tahun. Tetapi waktu kenaikan kelas, aku tidak naik kelas karena aku jarang masuk sekolah dan umurku kurang tua pada saat itu seingga pihak sekolah tidak berani menaikkan kelas padaku. Aku tetap bersemangat untuk bersekolah dan belajar karena cita-citaku ingin menjadi seorang dokter.
            Saat aku masih SD ada seorang guru yang aku sukai dia masih muda, baik, lembut, penyayang, pokoknya dia adalah guru favoritku tapi aku lupa siapa nama ibu gurunya. Saat-saat yang paling aku ingat waktu sekolah SD, baju putihku kotor dan aku tidak berani pulang takut dimarahi pembantuku karena aku pernah dimarahi sebelumnya dengan hal yang sama yaitu bajuku kotor seingga aku bersembunyi di belakang sekolah sampai siang. Mama mencari-cari aku dan akhirnya aku dijemput untuk pulang. Sesampainya dirumah pembantuku dimarahi oleh mama karena dia sudah memarahi aku.
            Saat usiaku yang menginjak 11 tahun aku melanjutkan sekolahku di SMP (Sekolah Menengah Pertama) Negeri I Ketapang. Hari pertama masuk sekolah, aku masuk ke kelas VIID disana aku mendapatkan teman-teman baru bahkan teman SDku juga berada satu kela denganku. Saat itu aku memiliki teman-teman dekat bisa dibilang sahabat yaitu Sulfan, Ulil, Rohman, dan Kamila kami selalu bersama-sama kemanapun kami pergi. Aku ditunjuk sebagai ketua kelas dengan wali kelasku. Pertama aku tidak percaya karena masih banyak teman-teman yang lain yang lebih bijaksana dariku tetapi wali kelasku dan teman-teman sepakat aku dijadikan ketua kelas. Saat itu perasaanku sangat senang karena sudah dipercayai oleh wali kelas dan teman-temanku.
            Saat menginjak kelas VIII, aku ditunjuk sekolah untuk mengikuti olimpiade biologi sebagai wakil dari SMPN I Ketapang. Dalam satu minggu aku dilatih soal-soal oleh Bu Ida dan pada saat itu sempat pesimis takut tidak mendapat juara. Tetapi pada akhirnya, aku mendapatkan juara 4 dari seluruh sekolah SMP se-Kabupaten Sampang dengan peserta 115 orang. Itu merupakan kado yang terindah untukku di hari ulang tahunku.
            Setelah menjalani Ujian Nasional (UN) dan dinyatakan lulus, aku memutuskan untuk melanjutkan sekolahku di SMA (Sekolah Menengah Atas) Negeri 3 Bangkalan melalui sistem nilai. Saat mulai masuk SMA itu aku mulai tidak percaya diri karena aku datang dari sekolah di desa. Beberapa bulan kemudian aku menjalaninya, ternyata aku mampu untuk bersaing sehat dalam akademik dengan teman-teman yang lainnya, sehingga kelas XI aku masuk kelas unggulan jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Aku senang sekali karena jurusan yang aku ambil akan mendukung cita-citaku untuk menjadi seorang dokter. lalu setelah itu aku naik kelas  ke XII ipa 2, kelas itu merupakan kelas terbaik di sekolahku, dan juga wali kelasnya juga baik :D beberapa bulan kemudian aku menjalaninya.. dan tiba Ujian Nasional (UN). Setelah menjalani UN dan dinyatakan lulus, aku memutuskan untuk melanjutkan study ku di Universitas Muhammadiyah Malang dengan mengambil prodi pendidikan dokter. tahap demi tahap aku jalani dan akhirnya aku dinyatakan lolos dan di terima di Universitas Muhammadiyah Malang.

diatas adalah biografiku. biografimu??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar